OTAKU.WEB.ID - Data terstruktur atau Structured Data merupakan salah satu bagian penting dalam SEO modern. Dengan menggunakan Schema Markup, pemilik blog dapat membantu mesin pencari memahami informasi yang terdapat pada sebuah halaman dengan lebih terstruktur.
Pada panduan ini, kita akan membahas tentang tutorial cara menambahkan Product Schema Markup pada postingan Blogger, lengkap dengan contoh kode JSON-LD, cara pemasangan, validasi, serta tips SEO.
Apa Itu Data Terstruktur Produk?
Product Structured Data adalah data terstruktur yang digunakan untuk menjelaskan informasi sebuah produk kepada mesin pencari.
Informasi yang dapat dijelaskan antara lain nama produk, gambar, deskripsi, merek, SKU, harga, mata uang, ketersediaan, rating, dan jumlah ulasan.
Format yang umum digunakan untuk menerapkan structured data adalah JSON-LD dengan vocabulary dari Schema.org
Mengapa Product Schema Penting untuk SEO?
Mesin pencari perlu memahami isi sebuah halaman sebelum dapat menggunakan informasi tersebut dalam berbagai fitur pencarian. Structured data membantu memberikan konteks yang lebih jelas mengenai informasi yang terdapat pada halaman.
- Membantu mesin pencari memahami informasi produk.
- Memberikan struktur informasi produk yang lebih jelas.
- Membantu halaman memenuhi syarat untuk fitur rich results yang didukung.
- Mendukung optimasi SEO halaman produk.
- Membantu memberikan konteks tambahan mengenai harga dan ketersediaan.
Namun, perlu diingat bahwa structured data bukan faktor ajaib yang otomatis membuat artikel berada di halaman pertama Google. Kualitas konten, relevansi, pengalaman pengguna, performa website, internal linking, dan faktor SEO lainnya tetap penting.
Contoh Product Schema Markup
Berikut adalah contoh Product Schema sederhana yang dapat dijadikan dasar untuk halaman yang memang membahas sebuah produk.
<script type="application/ld+json">
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "Product",
"name": "Smartphone ABC Pro",
"image": [
"https://example.com/images/smartphone-abc-pro.jpg"
],
"description": "Smartphone dengan layar AMOLED dan kamera beresolusi tinggi.",
"sku": "ABC-PRO-001",
"brand": {
"@type": "Brand",
"name": "ABC"
},
"offers": {
"@type": "Offer",
"url": "https://example.com/smartphone-abc-pro",
"priceCurrency": "IDR",
"price": "4999000",
"availability": "https://schema.org/InStock"
}
}
</script>
Penjelasan Kode Product Schema
1. @context
Properti @context menentukan vocabulary yang digunakan oleh structured data.
"@context": "https://schema.org"
2. @type
Properti @type menentukan jenis data yang digunakan. Karena kita sedang menjelaskan produk, digunakan tipe Product.
"@type": "Product"
3. name
Properti name berisi nama produk yang sebenarnya.
"name": "Nama Produk Anda"
4. image
Properti image digunakan untuk mencantumkan URL gambar produk. Gunakan gambar yang benar-benar berkaitan dengan produk pada halaman.
5. description
Properti description berisi deskripsi singkat mengenai produk.
6. sku
Properti sku dapat digunakan jika produk mempunyai Stock Keeping Unit.
7. brand
Bagian brand digunakan untuk memberikan informasi mengenai merek produk.
8. offers
Bagian offers digunakan untuk memberikan informasi mengenai penawaran produk seperti URL, mata uang, harga, dan ketersediaan.
Contoh Product Schema dengan Rating
Jika halaman benar-benar menampilkan rating dan jumlah ulasan yang sesuai, informasi tersebut dapat ditambahkan ke Product Schema.
<script type="application/ld+json">
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "Product",
"name": "Smartphone ABC Pro",
"image": [
"https://example.com/images/smartphone-abc-pro.jpg"
],
"description": "Smartphone dengan layar AMOLED dan kamera beresolusi tinggi.",
"sku": "ABC-PRO-001",
"brand": {
"@type": "Brand",
"name": "ABC"
},
"aggregateRating": {
"@type": "AggregateRating",
"ratingValue": "4.5",
"reviewCount": "125"
},
"offers": {
"@type": "Offer",
"url": "https://example.com/smartphone-abc-pro",
"priceCurrency": "IDR",
"price": "4999000",
"availability": "https://schema.org/InStock"
}
}
</script>
Bagian Kode yang Harus Diganti
Sebelum menggunakan kode tersebut, ganti data contoh dengan informasi produk sebenarnya.
| Properti | Contoh | Isi dengan |
|---|---|---|
name |
Smartphone ABC Pro | Nama produk sebenarnya |
image |
URL gambar | URL gambar produk |
description |
Deskripsi produk | Deskripsi sebenarnya |
sku |
ABC-PRO-001 | SKU produk jika tersedia |
brand |
ABC | Nama merek |
price |
4999000 | Harga sebenarnya |
url |
URL produk | URL halaman sebenarnya |
Cara Memasang Product Schema di Blogger
Langkah 1 — Buka Postingan Blogger
Masuk ke dashboard Blogger kemudian buat postingan baru atau edit postingan yang sudah ada.
Langkah 2 — Gunakan Mode HTML
Ubah editor Blogger ke mode HTML. Kode JSON-LD harus dimasukkan sebagai kode HTML, bukan sebagai teks biasa di mode Compose.
Langkah 3 — Masukkan Kode Schema
Salin kode menggunakan tombol Salin Kode pada contoh di atas, kemudian sesuaikan seluruh informasi produk sebelum memasukkannya ke postingan.
Langkah 4 — Simpan dan Publikasikan
Setelah semua informasi benar, simpan draft atau publikasikan artikel.
Contoh Template Kode Product Schema Siap Edit
Jika Anda ingin menggunakan template yang lebih sederhana, gunakan kode berikut.
<script type="application/ld+json">
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "Product",
"name": "NAMA PRODUK",
"image": [
"URL GAMBAR PRODUK"
],
"description": "DESKRIPSI PRODUK",
"sku": "SKU PRODUK",
"brand": {
"@type": "Brand",
"name": "NAMA MEREK"
},
"offers": {
"@type": "Offer",
"url": "URL HALAMAN PRODUK",
"priceCurrency": "IDR",
"price": "HARGA PRODUK",
"availability": "https://schema.org/InStock"
}
}
</script>
Apakah Product Schema Bisa Dipasang di Banyak Postingan?
Bisa, tetapi data setiap halaman harus menggambarkan produk yang benar-benar dibahas pada halaman tersebut.
Jika setiap artikel membahas produk yang berbeda, sebaiknya informasi Product Schema juga dibuat berbeda. Hindari menggunakan satu data produk yang sama pada seluruh artikel apabila produk yang dibahas berbeda.
Manual atau Dinamis?
Schema Manual
Schema manual cocok untuk blog yang hanya mempunyai sejumlah artikel produk. Anda dapat memasukkan kode secara langsung ke postingan dan menyesuaikan datanya.
Schema Dinamis
Untuk blog dengan jumlah artikel yang sangat banyak, schema dinamis melalui template Blogger dapat menjadi pilihan. Namun implementasinya harus dirancang dengan benar agar data yang dihasilkan sesuai dengan masing-masing halaman.
Kesalahan yang Harus Dihindari
1. Harga Tidak Sesuai
Jangan mencantumkan harga yang berbeda dari informasi yang ditampilkan kepada pengunjung.
2. Rating Palsu
Jangan membuat rating atau jumlah review secara sembarangan hanya untuk mencoba mendapatkan tampilan bintang di Google.
3. Gambar Tidak Relevan
Gunakan gambar yang benar-benar mewakili produk yang dijelaskan.
4. URL Salah
Pastikan URL yang digunakan mengarah ke halaman produk atau halaman yang relevan.
5. Data Schema Tidak Sesuai Konten
Structured data harus menggambarkan konten yang sebenarnya tersedia pada halaman. Jangan memasukkan informasi yang tidak didukung oleh konten.
Cara Mengecek Product Schema
Setelah memasang kode, langkah berikutnya adalah melakukan validasi.
Google Rich Results Test
Gunakan Google Rich Results Test untuk memeriksa apakah halaman memiliki structured data yang dapat memenuhi syarat untuk fitur rich results Google yang didukung.
Schema Markup Validator
Schema Markup Validator dapat digunakan untuk memeriksa struktur markup Schema.org secara umum.
Bagaimana dengan Google Structured Data Testing Tool?
Google Structured Data Testing Tool merupakan tool lama yang dahulu digunakan untuk memeriksa structured data. Untuk pengujian yang berhubungan dengan kelayakan rich results Google, gunakan Google Rich Results Test sebagai pilihan utama.
Checklist Sebelum Artikel Dipublikasikan
- Nama produk sudah benar.
- Gambar produk valid dan relevan.
- Deskripsi sesuai isi halaman.
- Merek produk benar.
- SKU benar jika digunakan.
- Harga sesuai dengan halaman.
- Mata uang sudah benar.
- Status ketersediaan sesuai kondisi sebenarnya.
- Rating dan review benar jika digunakan.
- URL mengarah ke halaman yang tepat.
- JSON-LD tidak mengalami kesalahan sintaks.
- Schema sudah divalidasi.
Tips SEO Setelah Memasang Structured Data
- Gunakan judul artikel yang relevan dengan produk.
- Buat deskripsi produk yang informatif.
- Gunakan heading secara terstruktur.
- Gunakan gambar berkualitas.
- Kompres gambar agar halaman tetap ringan.
- Tambahkan internal link yang relevan.
- Pastikan halaman nyaman digunakan pada perangkat mobile.
- Hindari keyword stuffing.
- Perbarui harga dan informasi produk jika berubah.
- Periksa kembali Schema setelah mengubah template Blogger.
FAQ Product Schema Blogger
Apakah Product Schema bisa digunakan di Blogger?
Ya. Blogger dapat menampilkan JSON-LD pada halaman selama kode diterapkan dengan benar dan sesuai dengan struktur halaman.
Apakah Product Schema membuat artikel otomatis masuk halaman pertama Google?
Tidak. Structured data tidak menjamin ranking. Structured data terutama membantu mesin pencari memahami informasi yang terdapat pada halaman.
Apakah semua artikel harus menggunakan Product Schema?
Tidak. Product Schema sebaiknya digunakan pada halaman yang memang relevan dengan produk.
Apakah rating boleh dibuat sendiri?
Tidak. Rating dan review harus berasal dari data yang nyata dan sesuai dengan informasi yang tersedia pada halaman.
Apakah Schema menjamin munculnya bintang di Google?
Tidak. Walaupun markup valid dan memenuhi persyaratan tertentu, Google tetap menentukan apakah rich result akan ditampilkan.
Apakah harga harus dicantumkan?
Jika menggunakan Offer, informasi penawaran harus diisi secara akurat sesuai dengan kondisi produk yang ditampilkan pada halaman.
Kesimpulan
Menambahkan Product Schema Markup pada Blogger dapat membantu memberikan informasi produk kepada mesin pencari dalam format yang lebih terstruktur.
Implementasi yang baik tidak hanya membutuhkan kode JSON-LD, tetapi juga data yang akurat. Nama produk, gambar, deskripsi, merek, harga, ketersediaan, rating, dan URL harus sesuai dengan informasi yang sebenarnya terdapat pada halaman.
Setelah memasang Schema Markup, lakukan validasi menggunakan tool yang sesuai. Jika ditemukan error atau peringatan, periksa kembali kode dan sesuaikan dengan dokumentasi Schema.org serta persyaratan Google.
- Buat konten produk yang jelas dan informatif.
- Gunakan Product Schema dalam format JSON-LD.
- Pastikan data Schema sesuai dengan isi halaman.
- Validasi kode setelah dipasang.
- Perbarui data ketika informasi produk berubah.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, Anda dapat membuat struktur informasi produk yang lebih jelas sekaligus membangun fondasi SEO yang lebih baik untuk artikel Blogger.

